MELIPIRLAH.com - Ada Banyak Ilmu

 
30 September, 2019
60

Pengertian Black Box Testing

Pengertian Black Box Testing


Assalamualaikum Wr. Wb.

Pengertian Black Box Testing beserta Fungsinya

Black Box Testing adalah suatu pengujian yang dilakukan hanya untuk mengamati hasil dari eksekusi pada software tersebut. Pengamatan hasil ini melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak itu sendiri. Jadi dapat dianalogikan seperti kita melihat suatu kotak hitam. Dimana kita hanya bisa melihat penampilan pada luarnya saja, tanpa mengetahui apa yang ada dibalik kotak hitam tersebut. Pengujian black box testing ini juga mengevaluasi hanya pada tampilan luarnya saja (interface), fungsionalnya, dan tidak melihat atau mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di dalam proses detilnya. Namun hanya mengetahui proses input dan output-nya saja.

Black Box Testing juga merupakan suatu bentuk pengujian yang menggunakan metode pengujian yang menguji fungsionalitas aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerjanya (berbanding terbalik dengan White Box). Berusaha untuk mengetahui pengetahuan khusus dari kode suatu aplikasi atau struktur internal dan pengetahuan pemrograman yang pada umumnya tidak diperlukan. Metode uji ini dapat diterapkan pada semua tingkat pengujian perangkat lunak, seperti : unit, integrasi, fungsional, sistem dan penerimaan. Pengujian ini biasanya sangat sering digunakan, jika tidak semua pengujian pada tingkat yang lebih tinggi. Tetapi juga bisa mendominasi unit testingnya juga.

 

Fungsi Black Box Testing

Setelah kalian mengetahui arti dan maksud dari Black Box Testing itu sendiri. Tahukah kalian apa sih fungsi sesungguhnya dari pengujian Black Box Testing itu? Berikut adalah fungsi-fungsi dari proses pengujian Black Box Testing :

  1. Menemukan fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang di dalam suatu software.
  2. Mencari kesalahan interface yang terjadi saat software dijalankan.
  3. Untuk mengetahui kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal di dalam suatu aplikasi.
  4. Menguji  kinerja dari software tersebut.
  5. Menginisialisasikan dan mencari kesalahan dari terminasi software itu sendiri.

 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Caci Maki Kalian